Didampingi Gubernur Yulius, Menko Zulhas Buka World Coconut Day 2026 Dihadiri 27 Negara

MANADO KARABAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membuka World Coconut Day 2026 di Courtyard by Marriott Manado, Sulawesi Utara, pada 8/9/2026. Acara kolaborasi International Coconut Community dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara itu diikuti 27 negara.

Dilansir dari Detikcom, World Coconut Day 2026 berlangsung selama empat hari pada 7-10 Oktober 2026. Peserta berasal dari negara anggota International Coconut Community, negara eksportir kelapa, serta perwakilan pasar dari Eropa dan China.

Pembukaan turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Zulhas dan Yulius disambut Tarian Kabasaran, tarian perang tradisional suku Minahasa, serta sejumlah kepala daerah yang hadir.

Dalam sambutannya, Zulhas menempatkan kelapa sebagai komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Pengembangannya mencakup sektor hulu hingga industri pengolahan.

“Kami pemerintah pusat tahu bahwa kelapa adalah komoditas yang sangat strategis dan memiliki nilai tambah yang tinggi,” kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Zulhas mengatakan pembahasan mengenai kelapa juga muncul berulang kali dalam rapat bersama Presiden Prabowo. Pemerintah menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu bidang utama yang hendak dikembangkan.

“Berkali-kali dalam rapat bersama Pak Presiden Prabowo, yang menjadi pembahasan adalah topik kelapa karena menjadi salah satu komoditas utama yang untuk kita kembangkan,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan pembibitan kelapa melalui Kementerian Pertanian serta kerja sama dengan pelaku usaha. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di Lampung.

“Kita lagi siapkan di Lampung 200 hektare khusus pengembangan pembibitan agar kita punya varietas yang unggul,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Menurut Zulhas, kondisi alam Indonesia menjadi keunggulan dalam pengembangan kelapa. Pemerintah ingin keunggulan tersebut diperkuat melalui pertanian modern agar produktivitas dan daya saing meningkat.

“Ini kita mau kembangkan agar tidak tertinggal dengan negara-negara yang lain,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Pemerintah masih menghadapi tantangan dalam pengembangan kelapa di sektor hulu dan hilir. Untuk 2027, pemerintah telah mengalokasikan pengembangan kelapa baru seluas 51.721 hektare di sejumlah wilayah.

“Wilayah pengembangan antara lain Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, hingga Sulawesi Tenggara,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Zulhas kemudian menekankan perlunya kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut diarahkan agar pengembangan kelapa menghasilkan produk dengan nilai tambah, bukan berhenti sebagai bahan mentah.

“Kita perlu bersinergi, pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha membangun sesuatu yang lebih bagus dari sebelumnya,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan. (*/RoKa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *